Cara Menulis Kutipan Wawancara Informan di Jurnal, Perlu diterjemahkan?
Cara Menulis Kutipan Wawancara Informan di Jurnal, Perlu diterjemahkan?

Mediapustaka.id – Pernahkah kamu menulis kutipan wawancara di jurnal tapi bingung cara menuliskannya? Jika informan orang jawa, apakah perlu dialih bahasakan menjadi bahasa indonesia atau bahasa inggris? Simak penjelasan berikut.

Pada umumnya, ketika mengutip pernyataan informan dan ingin mencantumkannya di jurnal, maka perlu mempertimbangkan kutipan wawancara asli. Kutipan wawancara informan ditulis apa adanya, misalnya ada kata eee.. emmm.. oo.. gini loh.. dst.

Namun perlu diingat, penulisan kutipan jurnal juga bergantung pada kebijakan jurnal yang kamu targetkan dan prinsip-prinsip etika penelitian.

Berikut beberapa pertimbangan menulis kutipan informan penelitian.

Izin dan Etika

Pastikan bahwa kamu telah mendapatkan izin tertulis dari informan untuk mengutip mereka dalam penelitian. Selain itu, pastikan bahwa kutipan tersebut menjaga kerahasiaan informan, terutama jika informasi yang kamu kutip dapat mengidentifikasi mereka. Jadi, kamu harus menuliskan nama samaran informan.

Bahasa Asli

Jika informan memberikan informasi dalam bahasa asli yang berbeda dengan bahasa jurnal yang kamu tulis (misalnya, informasi dalam bahasa Indonesia dan jurnal dalam bahasa Inggris), kamu perlu mempertimbangkan apakah mempertahankan kutipan dalam bahasa asli atau menerjemahkannya. Ini tergantung pada pedoman jurnal dan tujuan penelitian. Beberapa jurnal meminta kutipan dalam bahasa asli dan menyertakan terjemahan di bawahnya.

Baca Juga:  Panduan mendaftar E-Hakcipta buku bagi Dosen

Terjemahan

Jika kamu memutuskan untuk menerjemahkan kutipan, pastikan untuk melakukan terjemahan yang akurat. Gunakan penerjemah yang kompeten dalam bahasa sumber dan bahasa target, dan pastikan bahwa terjemahan tersebut mencerminkan makna dan nuansa asli dengan benar.

Penjelasan

Dalam beberapa kasus, kamu mungkin ingin memberikan penjelasan tambahan tentang konteks kutipan atau informan. Ini membantu pembaca jurnal memahami asal-usul dan relevansi kutipan tersebut.

Format Kutipan

Kutipan dari informan dapat disajikan dalam berbagai format, termasuk langsung (dalam tanda kutip) atau tidak langsung (paraphrase). Pilih format yang paling sesuai dengan tujuan dan panduan jurnal yang kamu ikuti.

Penting untuk mengacu pada pedoman jurnal yang kamu tuju, dan jika kamu tidak yakin tentang bagaimana melaporkan kutipan dari informan, kamu dapat berkonsultasi dengan editor jurnal atau asisten riset untuk mendapatkan panduan yang lebih tepat. Selalu perhatikan etika penelitian dan hak-hak informan saat mengutip kutipan dalam jurnal.

Semoga artikel ini memberikan sedikit pencerahan bagi kamu ya. Silakan bagikan jika bermafaat!