ID Sinta: Manfaatnya bagi dosen dan universitas

ID Sinta: Manfaatnya bagi dosen dan universitas – Publikasi menjadi hal wajib bagi seorang dosen utamanya untuk memenuhi aspek riset dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Profil riset seorang dosen dapat dilihat melalui ID Sinta yang berisi karya yang terindeks Scopus, Wos, dan Google Scholar. Selain itu, ID Sinta juga menampilkan publikasi buku, haki, paten dan prototipe.

ID SINTA wajib dimiliki dosen karena menampilkan rekam jejak publikasi, dan memengaruhi peringkat perguruan tinggi.

Manfaat ID SINTA bagi Universitas

Peringkat Klasterisasi Universitas

Klasterisasi dinilai sesuai rekam jejak dan kinerja dosennya yang tercantum di ID SINTA. Semakin banyak karya dosen yang terindeks di SINTA, akan semakin bagus posisi Institusinya.

Peringkat undip di afiliasi SINTA

Peringkat Universitas berdasarkan publikasi Scopus

Universitas Indonesia menempati peringkat pertama, dengan publikasi terindeks Scopus terbanyak (28.359 artikel). Publikasi terbanyak lainnya diikuti oleh ITB, UGM, UNAIR, dst. (lihat gambar)

Peringkat publikasi terbanyak scopus di SINTA

Peringkat departemen atau program studi

Selain peringkat universitas berdasarkan luaran publikasi, ternyata SINTA juga dapat digunakan untuk menilai kualitas prodi berdasarkan output publikasi. Contohnya untuk menilai publikasi program studi ilmu perpustakaan di universitas. S1 Ilmu Perpustakaan Undip meraih peringkat 1, disusul oleh UPI dan UI.

Peringkat prodi ilmu perpustakaan di SINTA

Manfaat ID SINTA bagi Dosen

Selain bermanfaat untuk mengukur tingkat publikasi universitas, SINTA dapat mengukur capaian publikasi Dosen. Berikut ini manfaat ID SInta bagi dosen.

Mengkur Kinerja

Adanya sinta, visitor ataupun asesor dapat melihat capaian publikasi dari seorang dosen. Baik itu publikasi jurnal nasional, jurnal internasional, buku, dan haki.

Mengarsipkan data publikasi

ID Sinta dapat melakukan sinkronisasi data pada indexing scholar, scopus dan wos. Selain itu, merekam publikasi yang dimiliki dosen. Oleh karena, SINTA bermanfaat untuk mengarsipkan data dan metadata publikasi dosen.

Baca Juga:  Kegunaan Videoscribe Sparkol untuk presentasi online

Menaikkan Peringkat Institusi dan Program Studi

Semakin aktif dosen untuk melakukan publikasi ilmiah, maka peringkat program studi dan universitas akan naik di SINTA.

Cara mendaftar ID SINTA

Sebelum mendaftar akun sinta pastikan telah membuat akun profil Google Scholar, hal ini perlu untuk sinkronisasi data publikasi yang telah dihasilkan. Jika kamu memiliki publikasi lainya seperti paten, haki, dan prototipe bisa disiapkan datanya.

Berikut cara mendaftar akun SINTA Kemenristek:

  1. Masuk ke halaman sinta2.ristekdikti.go.id lewat browser Anda.
  2. Langkah selanjutnya, klik pada menu Registration.
  3. Anda akan diminta mengisi data-data seperti status (lecturer atau dosen), NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional, nama lengkap, universitas tempat Anda bekerja, jabatan saat ini, nomor KTP, alamat email, password, dan Google Scholar URL.
  4. Disarankan menggunakan alamat email resmi yang terdaftar di universitas.
  5. Sertakan URL Google Scholar dari jurnal atau karya ilmiah yang telah Anda publikasi.
  6. Masukkan juga link Scopus jika Anda telah mengunggah karya ilmiah atau jurnal bereputasi.
    Kemudian klik Register.
  7. Buka alamat email yang Anda daftarkan tadi. SINTA akan mengirimi Anda pesan yang berisi tautan.
  8. Aktivasi akun Anda dengan mengeklik tautan yang diberikan pada email tersebut.
  9. Selanjutnya, Anda bisa log in untuk masuk ke akun Anda.
  10. Setelah akun SINTA Anda aktif, seluruh aktivitas akademik Anda bisa terintegrasi dalam satu database dari Kemenristek (Indonesia.go.id, 2022).

Berikut ini contoh ID Sinta yang telah dibuat. Kamu bisa akses melalui tautan: https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6814616 

contoh ID SINTA Dosen