Apa bedanya reviewer dan section editor jurnal?

Reviewer dan Section editor – Setidaknya ada 7 peran utama dalam pengelolaan jurnal dalam open journal system (OJS), antara lain: author, editor in chief, section editor, copy editoor, layout editor, proofreader, dan reviewer. 

Beberapa penerbit jurnal biasanya hanya memiliki setidaknya 3 peran, yaitu editor in chief, section editor, dan reviewer.

Artikel ini secara khusus membahas peran Section Editor dan Reviewer, beserta bagaimana perannya di dalam proses OJS.

Section Editor

Editorial Board/ Dewan Redaksi/ Dewan Penyunting/Editor bagian/ Section Editor bertugas mengelola proses review dan editing pada artikel yang telah didelegasikan oleh editor. Ketika artikel diterima untuk diproses, editor bagian akan memantau proses penyuntingan lebih sering dibanding dengan editor. Untuk memulai tugasnya, editor bagian harus login ke OJS sesuai dengan kewenangan-nya sehingga muncul halaman utama Editor Bagian.

Adapun peran section editor antara lain:

  1. Menentukan mitra bestari yang akan menelaah suatu naskah.
  2. Mencermati komentar atau catatan dari mitra bestari tentang naskah tersebut.
  3. Meminta komentar lanjutan dari mitra bestari atas naskah hasil revisi (bersama dengan ketua dewan redaksi).
  4. Jika naskah masih harus direvisi, komentar lanjutan akan dikirim ke penulis.
  5. Melakukan penyuntingan naskah sesuai dengan format standar jurnal.
  6. Mengirim naskah ke penulis untuk final reading.
    Melakukan penyuntingan akhir (final editing).
  7. Menerbitkan jurnal.

Reviewer

Mitra Bestari/ Reviewer bertugas untuk melakukan penelaahan naskah berdasarkan kebaruan penelitian, perkembangan penelitian dengan mengikuti pedoman penelaahan yang ditetapkan dalam jurnal.

Reviewer tidak diperbolehkan melakukan kontak dengan penulis tanpa perantara editor, begitu juga sebaliknya. Rekomendasi apa pun yang diberikan oleh reviewer (misalnya accept atau decline) tidak akan dapat diketahui oleh penulis. Penulis hanya akan memperoleh informasi tentang keputusan editor (editor decision).

Manfaat menjadi reviewer

  • Gratis Biaya Publikasi ke Jurnal
  • Mendapatkan SK sebagai Reviewer
  • Mendapatkan surat tugas untuk mereview artikel
  • Mendapatkan sertifikat sebagai Reviewer setiap edisi terbit atau tahunan
  • Tertulis sebagai reviewer di Editorial Board web jurnal
  • Mendapatkan honor sebagai reviewer
Baca Juga:  ID Sinta: Manfaatnya bagi dosen dan universitas

Referensi

Fitria, T.N. (2021) Menjadi Reviewer Jurnal Nasional Terkareditasi dan Tidak Terakreditasi dalam https://lppm.mapena.ac.id/wp-content/uploads/2021/12/Menjadi-Reviewer-22-Desember-2021.pdf diakses pada 21 November 2022 pukul 04.57 WIB

Lukman et al. (2017). Manajemen penerbitan jurnal elektronik. Jakarta: LIPI Press.