Jenis pengumpulan data dalam penelitian

Jenis pengumpulan data – Pengumpulan data bertujuan untuk mengumpulkan informasi terkait pertanyaan-pertanyaan riset yang muncul (Sulistyo-Basuki, 2010). 

Peneliti harus memperhatikan izin dalam mencari data, penggunaan strategi pengambilan data, pengembangan metode dan cara perekaman informasi, metode penyimpanan data, hingga antisipasi persoalan etika atau hal-hal tidak terduga (Creswell, 2015).

Kegiatan pengumpulan data memiliki beberapa macam metode, antaralain: observasi, kuesioner, wawancara dan dokumen. Tiap metode dibagi lagi ke dalam beberapa jenis sebagai berikut.

  1. Metode observasi terbagi menjadi observasi terstruktur, tidak terstruktur, partisipan dan non-partisipan.
  2. Metode kuesioner terbagi menjadi kuesioner terbuka, tertutup, semi terbuka, langsung dan tidak langsung.
  3. Metode wawancara terbagi menjadi wawancara terstruktur, semi terstruktur, tak terstruktur, wawancara mendalam dan wawancara sambil lalu.
  4. Metode dokumen terbagi dalam beberapa sifat dan jenis. Dokumen menurut sifatnya adalah  dokumen tekstual dan non-tekstual. Dokumen menurut jenisnya adalah dokumen primer, sekunder dan tersier.

Penggunaan tiap metode disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan peneliti. Selain itu dalam penentuan pemakaian tiap metode perlu juga dipertimbangkan lokasi pencarian data dan adaptasi peneliti terhadap lingkungan pencarian data.

Jenis pengumpulan data dalam penelitian

Jenis metode pengumpulan data

1. Observasi

Observasi adalah pengamatan dan juga pencatatan sistematik atas unsur-unsur yang muncul dalam suatu gejala atau gejala-gejala yang muncul dalam suatu objek penelitian (Nawawi & Martini,1996)

Baca Juga:  Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Observasi Tersruktur

Peneliti membuat daftar yang nantinya akan dicocokkan dengan kejadian ataupun peristiwa yang akan diteliti. Apabila peristiwa yang terjadi tidak sesuai dengan daftar yang disusun maka peristiwa tersebut diabaikan.

Observasi Tak Terstruktur

Peneliti melakukan pencatatan secermat mungkin mengenai kejadian yang akan berlangsung tanpa membuat kategori khusus dari perilaku. Karena sifatnya yang luwes observasi tidak terstruktur sangat baik digunakan dalam penelitian penjelajahan (exploratory research).

Observasi Partisipan

Observasi partisipan dilakukan secara terbuka dan tersembunyi. Observasi partisipan terbuka, subjek penelitian mengetahui bahwa dirinya diamati, sebaliknya pada observasi partisipan tersembunyi subjek penelitian tidak mengetahui bahwa dirinya sedang diamati.

Observasi Non-Partisipan

Peneliti terpisah dengan peristiwa yang diobservasi. Peneliti hanya mengamat-amati peristiwa dan mencatat apa yang terjadi. Jenis observasi ini biasanya dilakukan untuk mengamati pola perilaku seseorang.

2. Kuesioner

Kuesioner atau biasa juga disebut angket adalah pernyataan terstruktur yang diisi sendiri oleh responden dan kemudian peneliti mencatat jawaban yang diberikan. Bentuk kuesioner seperti pilihan ganda, isian, dan check list.

Kuesioner Terbuka

Kuesioner terbuka atau open ended questionnaire memberi kesempatan kepada responden untuk memberikan jawaban secara bebas menggunakan kalimatnya sendiri. Jadi disini peneliti hanya memberikan pertanyaan sesuai dengan apa yang akan dikaji.

Kuesioner Tertutup

Kuesioner tertutup atau closed questionnaire adalah kuesioner yang jawabannya telah disediakan oleh peneliti, responden hanya tinggal memilih jawaban yang dirasa benar atau sesuai. Kuesioner tertutup hanya dapat digunakan untuk memperoleh informasi langsung dan tidak rumit.

Kuesioner Semi Terbuka

Kuesioner yang pertanyaannya memberikan kebebasan pada responden untuk memberikan jawaban dan pendapat menurut pilihan-pilihan jawaban yang sudah disediakan.

Kuesioner Langsung

Kuesioner yang menanyakan kepada responden tentang dirinya seperti keyakinan, pengalaman bahkan responden dapat menceritakan dirinya sendiri

Baca Juga:  Apa itu Focus Group Discussion (FGD)?

Kuesioner Tidak Langsung

Kuesioner ini meminta responden untuk memberikan jawaban tentang orang lain atauyang berhubungan dengan sekitarnya

3. Wawancara

Wawancara merupakan proses pengambilan data yang dilakukan oleh peneliti kepada narasumber atau koresponden secara lisan langsung dari sumber datanya, baik secara bertatap muka ataupun teleconference. Peneliti membuat pedoman wawancara dan menyiapkan alat perekam suara.

Wawancara Terstruktur

Peneliti telah menentukan jadwal wawancara, pedoman, dan informan menjawab pertanyaan sesuai urutan pertanyaan.

Wawancara Semi-terstruktur

Pedoman wawancara sudah siapkan sebelumnya, akan tetapi informan tidak harus menjawab sesuai sesuai dengan urutan pertanyaan.

Wawancara Tak Terstruktur

Proses wawancara dilakukan secara fleksibel, sekali-kali melihat catatan pertanyaan dan dilakukan sesuai dengan kebutuhan peneliti akan informasi yang akan digali dari informan.

Wawancara Mendalam

Wawancara ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang kompleks, meliputi pendapat, sikap, maupun pengalaman pribadi informan untuk membahas secara mendalam sebuah subjek.

4. Dukumen

Dokumen adalah informasi terekam baik dalam bentuk gambar, tulisan, rekaman suara, atau simbol yang umumnya disimpan dan dikelola dengan baik.

Dokumen primer

Dokumen yang berisi informasi mengenai penelitian asli, dan teori dalam semua disiplin ilmu. Contohnya buku, jurnal, tesis, disertasi, skripsi dan majalah ilmiah

Dokumen Sekunder

Terdapat informasi rujukan dari dokumen primer. Contohnya kamus, ensiklopedia,buku tahunan dan buku pedoman.

Dokumen Tersier

Dokumen yang berisi informasi mengenai dokumen sekunder yang di sarikan dari dokumen primer. Contohnya katalog perpustakaan, indeks, abstrak dan buku ajar.

Penutup

Itulah tadi beragam jenis pengumpulan data dalam penelitian yang dapat gunakan untuk kebutuhan riset. Kombinasi dari metode pengumpulan akan memerkaya isi dan pembahasan dalam riset. Semakin spesifik isu yang dibahas, pilihan metode harus tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *