Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penelitian Grounded Theory

Riset grounded theory dari prinsip hingga perbedaanya

Penelitian grounded theory  adalah suatu metode penelitian yang mendasarkan diri kepada fakta dan menggunakan analisa perbandingan yang bertujuan untuk mengadakan generalisasi empiris, menetapkan konsep-konsep, membuktikan teori dan mengembangkan teori di mana pengumpulan data  dan analisa data berjalan pada waktu yang bersamaan.  

Pelaksanaan dalam metode penelitian grounded theory bergerak dari tingkatan empirikal menuju tingkatan konseptual teoritikal. Mulai dari konsep, kategori dan proposisi.

1. Prinsip penelitian grounded theory 

  • Pertanyaan peneliti
  • Pengumpulan dan analisis data secara terus menerus
  • Melakukan proses samplinng hingga membangun teori
  • Membangun kategori data dari data empiris
  • Mengembangkan teori
  • Melakukan “ memo writtin “ sebagai cara untuk meningkatkan teori (Charmaz, 2006)

2. Karakteristik penelitian grounded theory 

Penelitian grounded theory dibangun dari data suatu fenomena bukan suatu hasil pengembangan teori yang sudah ada

Penyusunan teori tersebut dilakukan dengan analisis secara induktif bukan secara deduktif seperti analisis data yang dilakukan pada penelitian kuantitatif

Penyusunan teori yang benar harus dipenuhi 4 kriteria, yaitu : 

  • cocok (fit), 
  • dipahami (understanding), 
  • berlaku umum (generality), 
  • pengawasan (controll) juga diperlukan dimilikinya kepekaan teoritik (theoritical sensitivy). 

3. Tujuan penelitian grounded theory 

  • Melakukan generalisasi empiris;
  • Menetapkan konsep-konsep;
  • Membuktikan teori;
  • Mengembangkan teori;
  • Menspesifikasikan konsep;

Metode yang digunakan dalam penelitian grounded adalah studi-studi perbandingan bertujuan untuk menentukan sampai berapa jauh suatu gejala berlaku umum.

4. Keuntungan dan Kelemahan penelitian grounded theory 

Keuntungan:

  • Membangun teori dari data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti
  • Menggali data perilaku yang sedang berlangsung  
  • Probabilitas kesalahan pengukuran dapat dikurangi
  • Mengenali berbagai nuansa sikap dan perilaku yang tidak diperoleh peneliti yang menggunakan metode lain

Kelemahan:

  • Analisis perbandingan sebagai penemuan baru karena Grounded Theory tidak menggunakan probability sampling, maka generalisasi yang dibuat akan banyak mengandung banyak bias. 
  • Akhir suatu penelitian bergantung pada subjektifitas peneliti.
  • Memakan waktu yang cukup lama.

5. Perbedaan penelitian grounded theory dengan Metode Penelitian Lain

  • Grounded lebih tersruktur dalam proses pengumpulan data dan analisisnya (seperti, analisis tematik terhadap transkip wawancara, observasi,dan dokumen tertulis).
  • Metode grounded penelitinya langsung terjun ke lapangan, rumusan masalah berada di lapangan, dan teori bedasarkan data sehingga teori juga lahir dan berkembang di lapangan. 
  • Peneliti tidak semata-mata bertujuan untuk menguraikan atau menjelaskan, tetapi juga mengonseptualisasikan dan berupaya keras untuk menghasilkan dan mengembangkan teori

Referensi:

Charmaz, K., 2006. “Membangun grounded theory: Panduan praktis melalui analisis kualitatif”. London: Sage Publications Ltd

Credit:

Nurwivandari et al. (2015). Metode Penelitian Grounded Research. Universitas Brawijaya

Media Pustaka Indonesia
Media Pustaka Indonesia Asistensi penulisan terbaik, insight dan rekomendasi jurnal. Keperluan jasa, silakan hubungi Whatsapp kami.